http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Di Seputaran Fasilitas MRT Lebak Bulus Bau Pesing dan Jorok

JAKARTA – Jalur pedesterian di Jalan Pasar Jumat Raya, tepatnya mulai dari area Park and Ride Mass Rapid Transit (MRT) hingga Stasiun MRT Lebak Bulus, di keluhkan warga.

Pasalnya, di kawasan tersebut selain bau pesing dan joroknya, atas atas kondisi ini jajaran Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Selatan langsung membersihkan dengan cara di semprot.

Enny, 34, salah seorang warga mengakui kalau di seputaran MTR sering menimbulkan bau pesing yang menyengat memang. Biasanya bau itu tercium, khususnya pada siang hari. Panas matahari menyebabkan kencing menguap dan tertiup hingga memicu bau tidak sedap di seputar kawasan percontohan tersebut.

"Emang bau kalau lewat sini, bukan cuma di sini, di parkiran (MRT) juga. Persoalannya bukan disemprot, tapi disediain toilet, jadi kalau ada orang yang mau kencing bukan ditembok lagi," ungkap Enny, Kamis  (15/8/2019).

Menurut warga Lebak Bulus di lokasi, bau pesing dan kotor ini dikarenakan banyaknya pengendara angkutan umum dan tukang ojek Online kencing sembaran. Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pihak PT MRT Jakarta dapat menyediakan fasilitas umum, seperti toilet di luar kawasan MRT. Sehingga masalah serupa tidak terulang kembali.

"Seharusnya dibuat itu toilet, jangan di dalem saja, tapi di luarnya juga. Karena memang sopir, ojek-ojek online atau orang yang lewat bingung kalau mau buang air, sementara nggak ada toilet yang dekat," jelasnya.

Sementara itu Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Christianto mengakui adanya keluhan warga terkait bau pesing dan jorok di kawasan MRT Lebak Bulus. Atas kondisi inilah pihaknya langsung melakukan penyemprotan dengan menggunakan kendaraan Damkar.

"Memang awalnya dari keluhan pejalan kaki yang mengaku bau pesing di sepanjang lintasan tersebut. Bau ini dikarenakan dari perilaku buruk para pengemudi angkutan umum maupun ojek online yang kerap kali mangkal di lokasi. Mereka menjadikan tembok yang memanjang sepanjang sekira 100 meter itu sebagai toilet dadakan," kata Christianto, Kamis  (15/8/2019).

Atas kondisi inilah pihaknya langsung koordinasi dengan Sudin Damkar untuk mengerahkan mobilnya melakukan penyemprotan.  Kedepan pasca pembersihan ini dan untuk mengantisipasi tindakan itu tidak terulang kembali, pihaknya menyiagakan petugas untuk menghalau angkutan umum yang mangkal sembarangan.

"Pengawasan pun akan difokuskan di sepanjang lintasan, khususnya pada malam hari.  Selain itu malam hari yang harus diantisipasi ketika petugas kita lengah, bianya mereka sering kencing di lokasi," jelasnya. (wandi/win)



Sumber: Poskotanews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...