http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Pengembang Membandel, Pembongkaran Tower di Kalibata Kembali Dilanjutkan

JAKARTA  –  Pihak pengembang proyek tetap nekat melanjutkan membangun enam unit tower hunian di Jalan Kalibata Utara II no 70, Pancoran, Jakarta Selatan, meski telah dibongkar paksa oleh petugas karena melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sikap membandel itu  dinilai menantang Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 128 Tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

"Kami mendengar pengembangnya mau melanjutkan pembangunan lagi, padahal sudah dua kali kita bongkar. Ini tentu menantang Pergub, makanya hari ini pembongkaran kami lanjutkan kembali," kata Kasi Trantibum Satpol PP Jakarta Selatan Luasman Manihuruk, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya rencana pengembang yang akan melanjutkan pembangunan tower bermasalah tersebut sebagai bentuk pembangkangan terhadap peraturan. Karena itu, dirinya pun mengusulkan kepada Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Kecamatan Pancoran untuk menyegel mati proyek tersebut dengan tujuan agar pembangunan tidak berlangsung lagi.

Selain itu pihaknya juga sudah minta kepada pihak Citata Pancoran supaya disegel mati. Tapi, mereka bilang harus dirapatkan terlebih dahulu dengan pimpinan Citata dulu, .

"Penertiiban bangunan ini  untuk yang kedua kalinya ini dan  merupakan lanjutan

pembongkaran Selasa (13/8/2019) lalu. Karena area bangunan yang melanggar IMB sangat luas, sehingga ppembongkaran tidak maksimal," terangnya.

Terlebih pembongkaran oleh petugas dilakukan secara manual. Puluhan petugas pun membutuhkan waktu yang lama untuk menembus tebalnya beton lantaran hanya menggunakan palu godam.

Berdasarkan informasi dari petugas PTSP Kecamatan Pancoran, proyek pembangunan teregister ber-IMB rumah tinggal dengan Nomor 31/C.37C/31.74.08-1.785.51e/2019 tertanggal 4 April 2019. Dalam IMB-nya, pembangunan hanya mengatur dua tower, sedangkan empat tower lainnya tidak memiliki IMB.

Lausman juga menjelaskan, alasan harus disegel mati dengan cara menggembok pagar tujuannya agar tidak ada lagi aktivitas pembangunan. Selain itu dirinya juga menilai ada keanehan dalam bangunan ini, kenapa bangunan sudah jadi justru kirim Rekomtek pada 19 Juli 2019 lalu, kenapa tidak lebih awal.  (wandi/win)



Sumber: Poskotanews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...