http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

50 Kg Benih Ikan Disebar di Waduk Hutan Kota Pulogebang

JAKARTA – Menambah stok biota ikan dan membuat warga gemar memakan ikan, Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, menabar benih ikan Waduk Hutan Kota, Pulogebang, Cakung. Mereka meminta warga untuk menunggu tiga sampai empat bulan baru bisa di pancing agar ikan besar.

Kepala Seksi Perikanan Sudin (KPKP) Jakarta Timur, Supriyadi Shaleh mengatakan, pihaknya sengaja menebar benih ikan sebanyak 50 kilogram di waduk hutan kota. Harapannya, dengan benih ikan yang disebar, bisa menambah stok biota. "Karena untuk keseimbangan antara kelimpahan pakan dan jumlah ikan," katanya, Minggu (8/9/2019).

Dikatakan Supriyadi, puluhan kilo benih ikan yang ditebar itu, diharapkan bisa dimanfaatkan warga dengan mengkonsumsinya. Untuk itu, untuk saat ini pihaknya melarang warga memancing ikan. "Karena ikan yang ditebar panjangnya hanya sekitar 5-8 cm, makanya jangan dipancing dulu," ujarnya.

Supriyadi pun meminta warga untuk menahan diri selama tiga bulan kedepan agar ikan itu bisa tumbuh. Karena selain untuk menjaga ekosistem, ikan yang kecil juga belum bisa dikonsumsi. "Makanya nanti kami akan melakukan monitoring sampai 3 bulan ke depan, biar tidak ada yang mancing dulu," ungkapnya.

Bila nanti telah tiga bulan, kata Supriyadi, kondisi ikan sudah layak untuk di konsumsi warga. Karena dalam jangka waktu itu, benih ikan yang disebar sudah berukuran 200-250 gram dan bisa dikonsumsi warga. "Makanya kami berharap masyarakat sekitar untuk bisa membantu dan bekerja sama dalam mengawasi Waduk Hutan Kota," sambungnya.

Masyarakat, lanjut Supriyadi, diminta untuk mengawasi adanya penangkapan ikan yang menggunakan jaring, jala, potasium ataupun bom. Karena hal itu akan berakibat pada kerusakan lingkungan perairan. "Harus segera dilaporkan ke kami agar dengan segera kami tindaklanjut," pungkasnya. (ifand/yp)



Sumber: Poskotanews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...