http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Perluasan Gage Tidak Berlaku Bagi Kendaraan Listrik

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menegaskan mobil listrik tidak terkena kebijakan perluaasn Ganjil Genap (Gage).

Penindakan hukum terhadap pelanggar perluasan ganjil genap (gage) telah diterapkan sejak Senin (9/9/2019), dan  hanya menyasar kendaraan roda empat.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir  beralasan jumlah jumlah kendaraan listrik belum terlalu banyak.

"Iya pengecualian, tapi kan kendaraan listrik baru beberapa aja nih diuji coba, tapi untuk dijual secara bebas  belum ada kan," ujar  AKBP Muhammad Nasir ketika dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Menurutnya, pengecualian tersebut diberikan karena Pemerintah tengah mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik. Alasannya, kendaraan listrik lebih ramah lingkungan.

Nasir menilai, Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi bahan bakar fosil terbesar saat ini. Sehingga ia berharap, kebijakan tersebut dapat mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

"Ya memang didorong oleh negara-negara Eropa itu kan emisi menggunakan listrik. Nah di indonesia ini sebagai negara konsumsi terbesar dalam kendaraan bermotor ini diharapkan bisa beralih ke kendaraan listrik," jelas Nasir.

"Ya tujuannya begitu, kenapa dia diperbolehkan? Supaya orang beralih lebih green," pungkasnya.

Seperti diketahui, aturan gage ini berlaku mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB, dan pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pemberlakuan sistem ganjil genap ini diperluas dari sembilan jalan menjadi 25 jalan.

Bagi pengendara yang melakukan pelanggaran, maka akan dikenakan Pasal 287 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi maksimal Rp 500.000. (firda/tri)



Sumber: Poskotanews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...