http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Uji Coba Contra Flow Dihentikan, Walikota Depok: Perlu Ada Koordinasi yang Baik

DEPOK  – Penghentian uji coba  contra flow (melawan arah) di Jalan Arief Rahman Hakim, Depok,  oleh Polres Depok melalui Satlantas Polres menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran Forkominda Kota Depok untuk lebih mengedepankan koordinasi dan kebersamaan.

"Ya, perlu harus ada koordinasi yang intens , baik atau lebih serius  dalam berbagai kegiatan di wilayah Depok, agar tidak timbul prediksi maupun masalah dikemudian hari, " kata Wali Kota Muhammad Idris usai sidang Patipurna  DPRD Depok,  Selasa (10/9).

Program uji coba  contra flow di  Jalan Arief Rahman Hakim telah melalui kesepakatan bersama seluruh jajaran Forkominda Depok atas  dasar musyawarah bersama, tidak hanya Forkominda tapi juga Badan Pengelols Transportadi Jabodetabk (BPTJ).

"Bahkan saat rapat koordinasi Pak Bambang dari BPTJ sangat menjetujui program mengatasi kemacetan di ruas jalan kawasan Depok,"  ujarnya.

Termasuk surat keputusan (SK) program uji coba contra flow di Jalan Arief Rahman Hakim berasal dari BPTJ,  bukan Pemkot Depok.

Ini semua menjadi perhatian kita semua sehingga tidak muncul polemik di masyarakat khususnya masalah uji coba contra flow di Jalan Arief Rahman Hakim. Terlebih kehiatan tersebut telah melalui kajian-kajian dan  itulah yang nanti kami lihat dan lakukan evaluasi, katanya.

Sebelumnya pemberlakuan contra flow di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Beji, yang digagas oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan Kota Depok dihentikan oleh Satlantas Polresta Depok, Minggu (8/9/2019) karena program itu dinilai  menyebabkan kemacetan, juga karena banyaknya keluhan masyarakat Kota Depok.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan contra flow mulai, Minggu (8/9) dibatalkan dan selanjutnya pihaknya akan kembali memberlakukan program Sistem Satu Arah (SSA) seperti biasa. (anton/win)



Sumber: Poskotanews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...