http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Penganiayaan Ninoy Karundeng: Novel Bamukmin Bakal Jadi Tersangka?

POJOKSATU.id, JAKARTA- Akhirnya polisi menjelaskan mengapa Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin turut diperiksa polisi dalam kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap buzzer Jokowi sekaligus pegiat media sosial, bernama Ninoy Karundeng.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono Novel diperiksa karena ada di lokasi Ninoy diduga diculik dan dianiaya.

Lokasi yang dimaksud adalah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falah Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Saat itu Novel Bamukmin ada di lokasi penganiayaan," ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (9/10)

Novel sendiri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Rencananya Novel diperiksa polisi besok, Kamis 10 Oktober 2019. Surat panggilan terhadap Novel ini berdasarkan nomor: S Pgl/9902 /X/RES.1 atas pelapor bernama Ninoy N. Karundeng dengan surat Laporan Polisi Nomor : LP/6280/X/2019/PMJ/Dit Reskrimum 01 Oktober 2019.

"Ya benar, besok Bapak Novel akan dimintai keterangan, dengan agenda pemanggilan," ujarnya.

Untuk diketahui, Novel sendiri membenarkan soal panggilan ini. Dia mengaku akan memenuhi panggilan itu.

Novel menyebut akan melakukan klarifikasi dalam panggilan.

"Benar saya dipanggil pemeriksaan Kamis jam 14.00 WIB. Insya Allah saya hadir guna memberikan pelurusan berita yang simpang siur selama ini," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Senin (7/10)

Sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Jokowi yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas.

Dalam video itu, Ninoy diduga diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.

Sementara itu, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, membantah bahwa Ninoy telah disekap dan dianiaya dalam salah satu ruangan bawah masjid.

Pengurus DKM Al Falaah Iskandar, mengaku memang mengetahui bahwa Ninoy dianiaya oleh banyak orang di depan pagar masjid.

Namun, dia menegaskan, saat terjadi penganiayaan tersebut, pengurus DKM langsung memasukkan Ninoy ke ruang bawah masjid untuk diamankan dan diurus oleh paramedis.

(dhe/pojoksatu)



Sumber: Pojok Satu

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...