http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Hukum Sepekan: Wiranto Gugat Eks Bendum Rp 23 M-Ortu Tuntut SMA Gonzaga Disita

Jakarta - Dunia peradilan di Indonesia pada pekan pertama di November 2019 dipenuhi berbagai gugatan yang mencengangkan. Seperti dilakukan mantan Menko Polhukam Wiranto, ortu SMA Gonzaga hingga sengketa tanah di KEK Mandalika.

Berikut sebagian peristiwa hukum di dunia peradilan pekan ini yang dirangkum detikcom, Minggu (10/11/2019):

1. Wiranto Gugat Eks Bendahara Umum

Wiranto menggugat mantan Bendahara Umum Partai Hanura Bambang Sujagad Susanto. Wiranto menilai Bambang telah melakukan wanprestasi/ingkar janji/cedera janji karena tidak mengembalikan yang yang dititipkan sebesar SGD 2.310.000 yang jika dirupiahkan setara dengan Rp 23.663.640.000 kepada Penggugat (Wiranto).

Selain mengembalikan uang pinjaman tersebut, Wiranto menuntut Bambang membayar bunga dan kerugian selama 10 tahun senilai Rp 18,5 miliar. Adapun ganti rugi di luar uang pokok dan bunga sebesar Rp 2,8 miliar dan juga digugat membayar bunga sebesar Rp 18,5 miliar.

"Jadi itu sumber uang, uang pribadi, uang Pak Wiranto klien kami. Saya tegaskan itu tidak ada uang partai, itu uang pribadi," kata kuasa hukum Wiranto, Adi Warman.

Adi menjelaskan, uang Rp 23 miliar itu hendak disetor Wiranto ke rekening pribadinya, namun melalui perantara Bambang Sujagad. Saat penyerahan uang itu, ada kesepakatan antara Wiranto dan Bambang untuk tidak boleh memakai uang itu tanpa sepengetahuan Wiranto.

"Jadi uang itu dititip ke Pak Bambang untuk disetorkan ke bank, dititip untuk disetor ke bank, dan di situ sepakat kedua-keduanya dilarang Pak Bambang pakai uang tersebut tanpa seizin Pak Wiranto. Apabila Pak Wiranto memerlukan, ya, boleh diambil kembali, nah faktanya saat Pak Wiranto minta, itu Pak Bambang nggak ngasih," jelasnya.

Dia mengatakan Wiranto sudah beberapa kali mencoba menagih ke Bambang. Namun selalu ada alasan Bambang untuk menghindar.

"Faktanya waktu klien kami minta secara, baik banyak sekali alasan, alasannya sudah digunakan untuk usaha," ucapnya.



Sumber: Detik.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...