http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Konflik Sri Mulyani Vs Abdul Halim Soal Desa ‘Siluman’ Meruncing, Ini Kata Pengamat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kisruh desa fiktif atau desa siluman antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Desa (Mendes) Abdul Halim Iskandar semakin meruncing.

Presiden Joko Widodo pun turun tangan. Ia meminta anak buahnya untuk segera menemukan desa 'siluman' yang disampaikan Sri Mulyani.

Desa siluman yang menerima dana desa dari pemerintah mendapat tanggapan dari pengamat politik, Ujang Komarudin.

Menurut Ujang, isu tentang desa siluman yang dilemparkan oleh Sri Mulyani seharusnya diminimalisir.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini menduga ada yang ditutupi oleh Sri Mulyani sehingga melempar isu tersebut.

"Jangan-jangan ada yang ditutupi Menkeu, sehingga mengeluarkan isu-isu yang belum bisa dipertanggung jawabkan," kata Ujang, Senin (11/11).

BACA: Jokowi Suruh 'Desa Hantu' Dikejar sampai Tertangkap, tapi Ngaku Susah Ngurusnya

Ujang menambahkan, seharusnya Sri Mulyani tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat gelisah masyarakat.

"Jangan sampai pejabat mengeluarkan pernyataan yang membuat gelisah masyarakat, kontraproduktif. Sesungguhnya ada apa dengan Sri Mulyani?" sindir Ujang.

Ujang menyarankan kepada Sri Mulyani dan Menteri Desa (Mendes) Abdul Halim Iskandar untuk adu data.

BACA: Ternyata 'Desa Hantu' Sri Mulyani Itu Ada, Faktanya Ditemukan di Sultra

Hal ini untuk membuktikan kebenaran tentang desa fiktif yang telah memakan dana desa dari pemerintah.

"Sri Mulyani dan Menteri Desa harus adu data dulu, biar tahu ada atau tidak dana desa yang masuk ke desa siluman itu. Sehingga persoalannya tidak ke mana-mana," sarannya.

"Sehingga tudingan Sri Mulyani tentang dana desa itu harus apa adanya. Bukan ada apanya. Ini yang paling penting," pungkas Ujang.

(rmol/pojoksatu)



Sumber: Pojok Satu

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...