http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Lewat Lakon Wayang Bhineka, Masyarakat Pasundan Diajak Pahami 4 Pilar

Jakarta -

Pagelaran Seni Budaya (PSB) Wayang Golek dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR menyambangi masyarakat Tatar Pasundan. Lewat lakon 'Jaya Bhinneka' yang dibawakan dalang, MPR berharap masyarakat Bogor dapat melestarikan budaya daerah dan bersatu.

Anggota Fraksi Demokrat MPR Anton Sukartono Suratto mengapresiasi tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar yang hadir menyaksikan acara PSB MPR. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat kepada upaya-upaya MPR dalam memberikan pemahaman tentang nilai luhur bangsa yang ujungnya adalah persatuan bangsa.

Terkait persatuan bangsa, kata Anton, bangsa Indonesia mesti mensyukuri nikmat persatuan yang terus terjaga hingga kini. Dengan begitu besarnya keragaman yang ada di Indonesia, seluruh elemen negara mampu menjaganya tetap satu dalam wadah NKRI, di saat banyak negara yang pecah, walaupun keragamannya tidak sebesar dan seluas Indonesia.

"Terima kasih kami sekali lagi untuk masyarakat. Untuk diketahui masyarakat bahwa kegiatan sosialisasi ini dengan berbagai metode termasuk pagelaran seni budaya wayang golek, sudah berjalan 10 tahun. Ini membuktikan bahwa MPR peduli dan akan terus peduli terhadap persatuan dan kesatuan bangsa," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/11/2019).

Di kesempatan yang sama, Kepala Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah menyampaikan kegiatan pertunjukan wayang golek tersebut adalah salah satu metode penyampaian Sosialisasi Empat Pilar MPR. Dia juga mengatakan MPR ingin sekaligus melestarikan budaya-budaya daerah yang sangat kaya. Kemudian, MPR ingin menggali budaya-budaya daerah yang tidak hanya sekadar menjadi tontonan, juga menjadi tuntunan untuk masyarakat.

"Upaya-upaya pelestarian budaya semakin menjadi sangat penting di era modern ini. Jangan sampai, ketika kita tidak memperhatikan lagi, budaya sendiri lama kelamaan malah semakin hilang dan tergantikan dengan budaya luar," ujarnya.

Fauziah berharap ke depan, MPR dan elemen-elemen bangsa lainnya, mampu terus bersinergi untuk bisa lebih banyak menggali budaya-budaya daerah lainnya terutama yang berpotensi dan terancam makin punah.

Seperti wilayah-wilayah lainnya di Jawa Barat, ketika digelar pertunjukan wayang golek, respons masyarakat sekitar sangat luar biasa. Hal tersebut juga terjadi saat pagelaran yang dipusatkan di lapangan Demokrat Sport Center Cibinong, tidak jauh dari pusat pemerintahan daerah Kabupaten Bogor.

Dengan tatanan panggung yang apik, apalagi tampilnya kolaborasi dua dalang dalam satu panggung yang memang sangat dikenal di wilayah Bogor, Ki Ujang Bukhari dan Ogi Sabda Permana dari padepokan Pusaka Tumaritis.

Turut hadir dalam pagelaran tersebut, beberapa tamu undangan antara lain, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bogor Bambang Sumantri dan beberapa tokoh masyarakat serta perangkat desa sekitar.

Setelah usai prosesi penyerahan secara simbolik satu karakter wayang dari Anton ke Ki Dalang, dua dalang kemudian segera beraksi membawakan lakon atau cerita 'Jaya Bhinneka', yang sarat dengan pesan moral, antara lain cara mempersatukan bangsa dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsanya.

Ada beberapa adegan di tengah pertunjukan yang sangat kental ajakan untuk memahami serta mengimplementasikan nilai luhur bangsa dengan baik. Mulai dari adegan saat tokoh sentral Cepot sedang berbincang dengan keluarganya, Semar, Dawala dan Gareng.

Saat itu, Cepot menjelaskan bahwa dalam berbahasa harus imbang antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa persatuan. Bahasa daerah digunakan untuk pelestarian budaya sedangkan bahasa Indonesia, digunakan untuk menjaga persatuan.

Lalu, ada satu adegan di mana Cepot sangat kesal kepada Dawala yang dianggapnya sombong, karena terlalu membangga-banggakan dirinya di hadapan keluarganya. Cepot pun mengingatkan Dawala agar selalu rendah hati walaupun hebat, berlaku sombong tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa.

"Kamu harus ingat nilai-nilai luhur bangsa kita yang agung, Dawala," tegas Cepot kepada adiknya.


(mul/ega)

Sumber: Detik.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...