http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

Pemekaran di Papua Dinilai Permudah Pengamanan

INILAHCOM, Jakarta - Wacana pemekaran atau penambahan Provinsi di Papua hingga kini masih di godok. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpaw mengaku setuju dengan penambahan Provinsi di Papua.

"Saya melihat, bapak Presiden kan sudah 13 kali datang ke Papua dengan segala blusukan dan beliau sudah dialog bertemu dengan semua pihak dan daerah-daerah yang selama ini kita sudah menjadi jarang ke sana jadi sering hadir ke sana, Nduga, Asmat, semua hadir. Artinya beliau tau perkembangan sesungguhnya di Papua. Kalau ada rencana untuk pemekaran kami setuju saja. Karena prinsipnya memperpendek kembali rentan pusat provinsi dan daerah-daerah," kata Paulus, Selasa (5/11/2019).

Paulus mengatakan dengan penambahan provinsi baru ini juga mempermudah pengamanan. Terkait sarana dan prasarana, ia menyebut sudah layak.

"Semuanya, dari sisi pengamanan keamanan, kesejahteraan, sisi kemasyarakatan sosial. (Sarana dan prasarana) mendukung. Sarana itu kan paling tidak empat kabupaten satu kota. Sudah sebagian besar sudah terpenuhi. Dari sisi itu saya setuju," ucapnya.

Jenderal bintang 2 ini menyatakan bahwa Polda Papua siap untuk mengikuti arahan Presiden Jokowi terkait penambahan Provinsi di Papua. Saat ini, penambahan Provinsi di tanah Papua masih dalam tahap kajian.

"Kita sementara menyesuaikan, dari inteligent ada kajian terpadu, ada kominda," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya menyebut pemekaran provinsi di Papua dilakukan karena alasan situasional. Pemerintah juga memakai laporan intelijen mengenai pertimbangan untuk provinsi baru di Papua.

"Ini kan situasional. Kita kan dasarnya data intelijen. Kemudian data-data lapangan kita ada. Situasi nasional," ujar Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019). [ton]



Sumber: Inilah.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...