http://kata.news


HOME I NUSANTARA I MANCANEGARA I EKBIS I OLAHRAGA I IPTEK I HIBURAN

ads

KH Hasyim Asy'ari Mengharmoniskan Hubungan Agama dan Negara

loading...

JAKARTA - 149 tahun lalu, Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari terlahir ke dunia. Warga Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh penjuru dunia berdoa untuk beliau dan para pendiri NU lainnya, serasa mengingat dawuh dan perjuangan para pendiri NU.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas, hal yang selalu direfleksikan dalam momen ini antara lain mengingatkan kembali jasa beliau yang luar biasa, yakni keberhasilan beliau mengharmoniskan hubungan agama dan negara.

"Jika di kawasan Timur Tengah dan belahan bumi lain agama dan negara belum berelasi baik, bahkan dipertentangkan warga dan pemeluk agamanya, sehingga terus terjadi konflik, maka tidak di Indonesia. Mengapa? Karena di Timur Tengah jarang dijumpai tokoh nasionalis yang sekaligus ulama. Yang nasionalis bukan ulama. Yang ulama tidak nasionalis. Kalau toh ada tokoh nasionalis dan sekaligus ulama, ia minoritas," jelas Robikin dalam siaran persnya, Jumat (14/2/2020). (Baca juga: Kiai Said Aqil Sebut Banyak Jasa Gus Sholah untuk NU).

Baca Juga:

Robikin menambahkan, bersyukur Indonesia memiliki tokoh besar: nasionalis sekaligus ulama; ulama sekaligus nasionalis. "Beliau berhasil merumuskan hubungan agama dan negara. Bagi beliau, agama dan negara tidak saling bertentangan. Bisa berjalan seiring, bahkan saling memperkuat. Sosok luar biasa yang merumuskan hubungan harmonis antara agama dan negara itu adalah Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy'ari, pejuang kemerdekaan negara Republik Indonesia, pendiri Nahdlatul Ulama."

Menurut Robikin, hubungan negara dan agama dirumuskan dengan ungkapan yang sangat bernas: hubbul wathan minal iman, nasionalisme bagian ajaran agama. Indonesia dan dunia berutang kepada beliau," ujarnya. (Baca juga: Mengingat Kembali Pesan Syeikh Hasyim Asyari).

(zik)



Sumber: Sindonews.com

Klik tautan (link) sumber jika konten berita terpotong atau tidak lengkap
loading...